Dulu, jaman
kecil ada masa di mana Sahabat Pena lagi booming. Setiap anak
berlomba-lomba punya sahabat pena paling banyak. Untuk yang belum tahu, sahabat
pena ialah teman yang kita dapat di dunia maya kalau jaman sekarang. Kenapa
maya? Karena kita ga saling bertemu muka.
Kamis, 18 Juli 2013
Rabu, 17 Juli 2013
Novel Novel Novel
Karena Aku Mencintaimu,,,
Ya,,judul novel romantis karya author
lokal yang aku baca. Suka baca mulai SD, kenal novel Indonesia jaman SMP. Dulu
masih pinjem di perpustakaan sekolah, yang mana dibuka hanya di hari Jum'at dan
Sabtu. Dari situlah kenal Mira W dan Marga T. Tapi, hanya 2 nama pengarang itu
yang sering dibaca.
Hingga selang bertahun-tahun
kemudian, jaman udah kerja nemu author lokal yang lainnya. Dengan cerita
yang romantis, mendayu.
Jumat, 12 Juli 2013
Melukis Senja
"Aku mau kita
putus"
"Lagi?"
Jawabku dengan tenang, ini kali ketiga ada permintaan putus. Satu tanganku memegang gagang telepon, satu lagi
memegang cangkir sambil mengisi air dari dispenser. Air panas menciprati
tanganku karena itu refleks kuletakkan telepon ke meja pantry. Setelah mengelap
tanganku kuambil kembali teleponku, kali ini kuselipkan antara telinga dan bahu
kiriku.
"Kamu dengerin
aku ga sih?!" Bentak Alia di seberang telepon.
Alia, cewek manis
hmmm tadinya, yang kupacari 2 bulan belakangan.
Dari nada bicaranya,
sepertinya aku melewatkan beberapa omelannya ketika telepon kuletakkan tadi.
Sukur deh, pikirku.
"Iya, dengerin
sayangku. Aku lagi lembur nih" jawabku, lama-lama jengah juga.
"Ya udah kita
putus. Kamu denger. PUTUS. P U T U S. Titik."
Tut tut tut
Rabu, 10 Juli 2013
MaMas (Mari Memasak)
Yeayyyyyyyy
Pulang cepet
Larak lirik kanan kiri
depan belakang...Masukin perlengkapan ke tas. Cussss cabutttttttttttt
Hari pertama puasa, bos
ga ada adalah anugerah tak terhingga. Kenapa, bisa pulang cepet. Ga peduli
kerjaan numpuk, untuk hari ini minta dispensasi (ke diri sendiri), buat pulang
jam 4.
Dengan semangat 45 siap
menuju pasar. Berjuang menjinakkan penjual yang susahnya kalo ditawar, berjuang
menentukan pilihan masakan apa yang bakal disuguhin buat buka nanti.
Puasa selalu membuat diri
bergairah, mengeskplorasi kemampuan memasak, meski hanya rata-rata. Ya rata-rata
sayur sama masakan itu aja yang dimasak. Hehehe
Yang penting adalah niat,
sodara-sodara. Semoga hasil masakan sore ini bisa bikin suami nambah berapa
kali, bikin buntelan kecilku ikutan makan, bikin semua yang di rumah terpuaskan
setelah seharian menahan lapar dan dahaga, jiahhhhhhhhhhh
Okeee...cabut dulu, Baibaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Senin, 08 Juli 2013
Welcoming July
Welcoming July
Telat sekali ya sepertinya ucapan yang baru saja diketik. Tanpa terasa sekarang sudah 8 Juli. Hari-hari memang berasa cepet banget berlalu 2 minggu belakangan.
Yap, sejak hidupku (ciyeee) terjerat oleh tugas kantor di mana selama 2 minggu full ditongkrongin oleh Mr. Auditor (Hmmm....tapi menyenangkan juga sih, ada banyak ilmu yang didapet).
Tahu-tahu udah tanggal 8 aja. Udah mau puasa aja besok, udah mau lebaran aja. Wauww....hidup seperti berlari.
Suasana kantor berubah 360 derajat, tadinya ramai dengan riuh rendah anak-anak Prakerin, sekarang sepi. Bahkan, cuma aku yang sekarang duduk tersisa. Bukan untuk kerja,,sssstttt,,kan udah sore hehehe, tapi untuk menikmati hilangnya kebebasanku berselancar, gaul, mantengin web berita (ssstt,,termasuk gosip, biar ga ketinggalan).
Tiba-tiba kehilangan ini begitu terasa, 2 bulan sudah 5 anak 'bandel' menyita waktuku, yang kemudian tersita oleh mr oditor. Meski kalian nyebelin, tapi ga ada kalian berasa juga sepinya.
Kangen EsteBand dengan segala rayuan dan muka memelas setiap kali dimarahi, kangen Robi dengan semangat penuh ngerjain segala macem kerjaan yang dikasih, kangen Pegi dengan Beban dibayar di Muka-nya, Eko yang susah dimengerti karna sibuk dengan dunianya sendiri, ga lupa Ahmad dengan kelempangannya.
Thank you all, semoga bisa ketemu lagi. Inget kata-kata Ibu, yang bakal kembali kesini adalah orang-orang pilihan, yakni, orang-orang yang memilih untuk selalu di'bawel'in sama Ibu. hehehehe. Kidding.
Ur life is not yours, inget itu dan kalian akan bersemangat menjalani semua yang diberikan dalam hidup kalian.
Satu lagi.... Say True if it's true, and say False if it's False.Said Mr. Auditor
Salam kompak selalu.....
MUACHHHH
Telat sekali ya sepertinya ucapan yang baru saja diketik. Tanpa terasa sekarang sudah 8 Juli. Hari-hari memang berasa cepet banget berlalu 2 minggu belakangan.
Yap, sejak hidupku (ciyeee) terjerat oleh tugas kantor di mana selama 2 minggu full ditongkrongin oleh Mr. Auditor (Hmmm....tapi menyenangkan juga sih, ada banyak ilmu yang didapet).
Tahu-tahu udah tanggal 8 aja. Udah mau puasa aja besok, udah mau lebaran aja. Wauww....hidup seperti berlari.
Suasana kantor berubah 360 derajat, tadinya ramai dengan riuh rendah anak-anak Prakerin, sekarang sepi. Bahkan, cuma aku yang sekarang duduk tersisa. Bukan untuk kerja,,sssstttt,,kan udah sore hehehe, tapi untuk menikmati hilangnya kebebasanku berselancar, gaul, mantengin web berita (ssstt,,termasuk gosip, biar ga ketinggalan).
Tiba-tiba kehilangan ini begitu terasa, 2 bulan sudah 5 anak 'bandel' menyita waktuku, yang kemudian tersita oleh mr oditor. Meski kalian nyebelin, tapi ga ada kalian berasa juga sepinya.
Kangen EsteBand dengan segala rayuan dan muka memelas setiap kali dimarahi, kangen Robi dengan semangat penuh ngerjain segala macem kerjaan yang dikasih, kangen Pegi dengan Beban dibayar di Muka-nya, Eko yang susah dimengerti karna sibuk dengan dunianya sendiri, ga lupa Ahmad dengan kelempangannya.
Thank you all, semoga bisa ketemu lagi. Inget kata-kata Ibu, yang bakal kembali kesini adalah orang-orang pilihan, yakni, orang-orang yang memilih untuk selalu di'bawel'in sama Ibu. hehehehe. Kidding.
Ur life is not yours, inget itu dan kalian akan bersemangat menjalani semua yang diberikan dalam hidup kalian.
Satu lagi.... Say True if it's true, and say False if it's False.Said Mr. Auditor
Salam kompak selalu.....
MUACHHHH
Rabu, 19 Juni 2013
CiMon
"Zizi.....
ada telepon tuh buat kamu." teriakan Mama dari lantai bawah membangunkan
aku dari tidur-tidur ayamku. Dengan malas aku mengangkat tubuhku dari atas
kasur.
"Dari siapa
Ma?"
"Kurang
tahu, suara cowok sih. Tapi kan emang yang nyari kamu cowok semua yah."
jawab Mama sambil terkikik. Mama sedang memegang adonan roti di tangannya.
Kelihatannya sih mau bikin donat, makanan kesukaan anaknya yang cantik ini.
Aku meloncati dua
anak tangga sekaligus. Kusambar telepon yang ditempel di dinding tangga. Aturan
dari ayah, telepon ga
boleh dibuat paralel. Memang jadi ribet sih, apalagi kamarku posisinya di atas.
Cuma siapa yang berani ngebantah aturan dari bos besar. "Biarin aja
telepon cukup satu di sini, jadi yang sering pakai telepon kan jadi ketauan tuh." kata beliau dulu.
Sejak saat itu, sampai sekarang 4 tahun sudah ayah meninggal, aturan itu tetap berjalan. Ahh,,aku jadi
inget ayah deh.
"Halo, sapa
nih?" sapaku.
Lama tak
terdengar suara, tadinya aku pikir udah ditutup. Tapi nadanya sih masih
tersambung. Ah, dasar nih, telepon iseng, batinku.
"Sapa nih,
hoiii, ngomong dong. Tutup juga nih!" bentakku.
"Hahahaha"
Suara cowok,
tawanya terdengar familiar di gendang telingaku. Hah...masa iyah, tapi bisa aja
kan?
kesadaran selalu datang ter...lambat
2 hari yang lalu ga sengaja ke Gramedia, niatnya sih beli printer buat kantor. Apa daya, mata malah laper demi ngeliat buku sejauh mata memandang. Ya namanya juga toko buku Mey, masak tumpukan jengkol yang mau lu liat. Buku yang pengen dibeli langsung disambar, buku ketiga dari trilogi A. Fuadi, Rantau 1 Muara.
Nah, ini buku sempet bikin bingung adik ipar. Gara-gara salah ngasih
judul, maksud hati mau bilang judul Rantau 1 Muara, apa daya malah keliru jadi
Ranah 1 Muara. Otak rada kebolak-balik sama judul buku keduanya, yang mana
judulnya adalah Ranah 3 warna. Nah, adik yang sengaja aku titipin buat beli buku itu, pulang dengan tangan hampa. Karena di Gramedia ga ada buku dengan judul begitu.
Hehehehe,
Mas A. Fuadi, maafkan saya membolak-balik judul buku Anda.
Nah, balik ke ceritaku sendiri saat shopping ke Gramedia. Buku
pilihan sudah di tangan, saatnya hunting buku kedua. Pilihan hati jatuh pada
Raditya Dika. Setelah bulan kemarin beli Cinta Brontosaurus. Rupanya ga
sia-sia, sepanjang malem perut nahan ketawa baca tulisan ngebanyol ala doi.
Seudah
dipikir-pikir, sebenernya apa yang ditulis sama si Dika itu kan kehidupan
sehari-harinya. Sempet mikir apa keluarga doi emang sekonyol itu. Setelah
menimbang-nimbang, kadang hidup kita sendiri juga berwarna-warni deh. Coba kita
sekali-kali tulisin apa pengalaman yang kita dapet dalam sehari ke tulisan.
Dijamin, suatu saat kita bakal terkaget-kaget. Kalau jaman kita kecil mungkin
semacem mengisi buku Diary. Sementara untuk zaman sekarang yang serba internet
ini, nulisnya ya di blog.
Berbekal
dengan kesadaran ‘yang datang terlambat’ itu, aku pun memutuskan untuk semakin
rajin mengisi blog ini. Sukur-sukur ada yang baca, sukur-sukur ada yang ketawa.
Entah ikutan ketawa sama yang aku tulis, entah karena ngetawain cara aku nulis.
It’s okay, ga masalah. Ada yang mau baca aja udah sukur, hehehehe.
Jadi,
tadaaaaaaaaaaaaaa dengan semangat 45, aku pun berjanji pada diriku sendiri
untuk mengisi blog ini dengan segala macam tulisan.
Sabtu, 08 Juni 2013
L O V E
Aku ingin
berhenti
Menjadi
bayang-bayang ilusi
Aku ingin
dimiliki
Dianggap dan
dicintai
Kini aku
sekarat
Kau ikatku
terlalu kuat
Entah karena
kau yang hebat
Atau aku
terlalu terjerat
Cinta ini
menjadi menyiksa
Meski
awalnya aku bahagia
Tapi untuk
apa
Jika semua
tak nyata
Jodoh Tak Lagi Bertemu
Ku pernah berdoa
Semoga Tuhan menjadikan kita berjodoh
Ketika pada akhirnya aku tak bersamamu
Kubilang kita tak berjodoh
Tapi kau menyangkal
Bukan tak, tapi belum
Apa itu jodoh
Alasanku bersamanya
Tak semata karena aku berjodoh
Alasanku meninggalkanmu pun
Bukan karena kita tak berjodoh
Jodoh jodoh jodoh
Begitu hebatkah kata itu
Jodoh atau tak jodoh
Tak bisa ditentukan kini
Dengan siapa kita ketika nanti mati
Itulah jodoh
Itu katamu
Siapa yang memilikiku kini
Adalah belahan jiwaku
Orang yang telah kupilih
Apakah dia jodohku atau bukan
Tapi dia adalah jalanku
Carilah jalanmu
Jalanku tak lagi jalanmu
Senin, 03 Juni 2013
Bumi vs Rembulan
hatiku seperti terpahat
tercengkeram dan terikat
meski tahu tak akan satu
kumiliki kau dalam benakku
Kau Bumi dan aku Rembulan
kita memang tak sejalan
tapi kita bersisian
Ku tahu ini tak pasti
tapi ku tak ingin pergi
bukan ku tak punya nyali
kau terlalu indah tuk kumiliki
Langganan:
Komentar (Atom)
